All about Kolesterol

Pada abad ke 5 SM dokter Yunani Hippocrates telah memperingatkan bahwa orang-orang yang gemuk berpotensi meninggal mendadak, tetapi saat itu ia tidak bisa menjelaskan penyebabnya, hingga Leonardo Da Vinci menemukan tumpukan zat dalam pembuluh arteri manusia saat melakukan percobaan pembedahan anatomi tubuh manusia.

Tahun 1912, melalui pengamatan klinis yang pertama kali tentang penyumbatan dalam pembuluh darah koroner jantung yang dilakukan oleh Dr. James Herrick dari Chicago menemukan bahwa tumpukan zat dalam pembuluh darah yang diselidiki oleh Leonardo Da Vinci – kemudian dikenal sebagai KOLESTEROL – menghalangi aliran darah yang membawa oksigen ke jaringan jantung sehingga menyebabkan kematian.

Kolesterol merupakan suatu jenis zat lemak (sterol) yang sangat jenuh (poly saturated fat), merupakan zat lilin dan agak keras, yang berwarna putih kekuning-kuningan. Kebanyakan ditemukan dalam lemak hewani.

Fungsi Kolesterol
a. diperlukan terutama dalam pembentukan darah
b. sebagai pembentuk dinding sel
c. sebagai bahan dasar pembentukan vitamin D di kulit dengan bantuan sinar matahari
d. pembentuk hormon sex
e. disalurkan ke kelenjar bawah otak dan kelenjar adrenalin
f. disalurkan ke dalam empedu untuk pembentukan asam empedu guna membantu pencernaan makanan dan penyerapan lemak
g. dan fungsi lain yang belum diketahui

Kolesterol dapat disintesa oleh semua jaringan tubuh. Hati dan dinding usus merupakan tempat sintesa yang utama, namun hanya yang diproduksi oleh hatilah yang dapat sampai ke peredaran darah.

Kolesterol terdapat di dalam semua jaringan tubuh terutama dalam jaringan otak, empedu, selaput pelindung urat saraf (karena merupakan unsur yang penting pada lapisan myelin – lemak yang menutupi urat syaraf – sebagai bahan isolasi alamiah), hati, ginjal, kelenjar anak ginjal, darah dan lain-lain.

Menurut penelitian, sekitar 80% kolesterol disintesa oleh tubuh. Setiap hari disintesa sebanyak 400-1200 mg cukup untuk keperluan tubuh/hari, dan dipakai oleh tubuh sebanyak 1000-1500 mg/hari. Konsntrasi dalam darah normal 160-260mg/100ml. Kadar dalam darah dipengaruhi oleh jumlah yang disintesa oleh tubuh dan jumlah yang dimakan.

Konsentrasi kolesterol dalam darah yang melebihi batas normal dalam darah dapat menyebabkan endapatan yang melekat pada dinding bagian dalam (lapisan intima) pembuluh darah dan dapat mengurangi elastisitas pembuluh darah sehingga terjadi penebalan dinding pembuluh darah dan pengerasan pembuluh darah yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan serangan penyakit jantung mendadak.

Daging hewan banyak mengandung asam lemak sangat jenuh yang akan menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol juga merupakan bahan pembentuk batu empedu. Menurut analisa, batu empedu terdiri dari pigmen empedu, kolesterol dan garam kalsium. Persenyawaan dari ketiga zat ini dapat mengakibatkan batu empedu. Kenyataannya, dalam batu empedu terdapat lebih dari 90% kolesterol.

HDL dan LDL
Kolesterol tidak berdiri sendiri dalam aliran darah, tetapi mengikat zat protein dan lemak darah untuk membentuk lipoprotein yang disebut apoprotein yang berperan penting dalam pengakutan temak yaitu High Density Lipoprotein (HDL) dan Low Density Lipoprotein (LDL).

HDL mengikat kolesterol dan menggantungkannya dalam peredaran darah, tetapi LDL mudah melepaskan kolesterol sehingga dapat bertumpuk dan mengendap di dinding bagian dalam pembuluh darah serta membentuk persenyawaan dengan zat lain yang menjadi penghambat peredaran darah.

Sifat keturunan menentukan perbandingan HDL dan LDL ditambah dengan pengaruh faktor lain. Nilai HDL lebih tinggi pada orang yang tidak merokok, pada orang yang tidak gemuk, pada peminum ringan, pada orang yang mempunyai kebiasaan berolahraga serta pada mereka yang banyak mengkonsumsi makan nabati berlemak rendah dan banyak mengandung serat nabati.

HDL membantu mengangkut kelebihan kolesterol ke luar dari darah sehingga akan mempersulit terjadinya endapatan di dinding bagian dalam pembuluh darah, sedangkan LDL bertindak sebaliknya. Jika kadar HDL tinggi maka akan mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung koroner dan sebaliknya.

Makanan berdaging merupakan sumber utama lemak jenuh dan kolesterol

Hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa makanan berdaging merupakan salah satu penyebab utama penyakin jantung koroner dan pembuluh darah karena kandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi yang terdapat di dalam makanan berdaging.

Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah :
a. Makanan berkolesterol tinggi
b. Kegemukan
c. Kurang olahraga
d. Merokok
e. Perasaan selalu tegang
f. Bentuk tubuh, jenis kelamin, umur dan faktor keturunan
g. Penyakitan yang berkaitan, seperti hipertensi, kadar lemak darah tinggi, diabetes
h. Pil kontrasepsi

Tetapi, ada 4 penyebab utama penyakit jantung koroner dan pembuluh darah yakni kegemukan, kolesterol tinggi, perokok berat dan hipertensi.

Para ahli percaya bahwa lemuk jenuh dan kolesterol yang terdapat dalam makanan berdaging merupakan momok yang menakutkan karena dapat mengendap di dinding dalam pembuluh darah yang :
a. menganggu jaringan yang dilekatinya dan dapat menyebabkan peradangan sehingga menyebabkan luka dan pertumbuhan yang abnormal jaringan sel epithel gepeng pada dinding bagian dalam pembuluh arterinya.
b. menyebabkan pembengkakan pada dinding bagian dalam pembuluh darah yang dapat mengurangi sifat kelenturan pembuluh arteri, yang pada akhirnya akan terjadi penyumbatan sehingga pasokan oksigen ke jaringan jantung berkurang (serangan penyakit jantung)

Kasus kematian akibat penyakit jantung tercatat pertama kali pada tahun 1912, sejak itu penyakit jantung berkembang menjadi pembunuh nomer satu di dunia.

Pemeriksaan otopsi terhadap 300 mayat tentara Amerika dalam perang Korea ditemukan 77,3% menunjukkan tanda-tanda penyakit jantung. Suatu kajian pasca kematian terhadap pasien penyakit jantung koroner dibawah umur 50 tahun menunjukkan bahwa 63% yang mati ketika terjadi shock pada jam pertama, 85% selama 24 jam, dan hanya 23% yang masih hidup lebih lama setelah diberikan pengobatan serta hampir setengah dari mereka ini tidak menunjukkan gejala sebelumnya.

Pencegahan
Perhatikan peringatan guru besar Universitas Harvard, Prof. Dr. Jean Mayer tentang kolesterol serum, “barang siapa yang sudah atau belum tahun akan kadar kolesterol serumnya, apabila melebih 200mg/100ml, haruslah berhati-hati terhadap jumlah telor yang dimakan. Dalam 1 minggu tidak boleh menyantap lebih dari 2 butir (kuning) telor. Anak kecil diatas 14 tahun juga harus berangsur-angsur mengurangi makan telor. Sebab banyak orang pada masa remaja (umur 12-22 tahun) sudah terjangkiti penyakit pembuluh nadi. Menurut penelitian, 80% tentara Amerika yang gugur dalam perang Vietnam ditemukan gejala pengerasan pembuluh darah yang sangat parah.”

Jadi, kunci pertama adalah ketahuilah kada kolesterol serum darah kita. Jika kolesterol serum darah kita tinggi, maka alihkan makanan hewani yang berkolesterol tinggi (lihat tabel diatas) menjadi makanan nabati dengan membatasi konsumsi telor dan lemak dalam susu. Cara ini akan menurunkan kadar kolesterol serum.

Makanan nabati dapat menurunkan kadar kolesterol serum darah. Hal ini telah diselidiki oleh ahli dari Universitas Milan dan para dokter di Maggiore Hospital, sebagai berikut “… That vegetable protein itself may act to keep cholesterol levels low.”

Dalam laporan kepada The British Medical Journal, The Lancet, Dr. CR Sirtori mengambil kesimpulan bahwa orang-orang dengan tipe kolesterol tinggi, kadar kolesterolnya akan menurun apabila mengganti protein hewani menjadi protein nabati, misalnya protein kacang kedelai, sebab mengandung asam Metionin yang berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol.

Makanan Vegan dapat menurunkan tekanan darah
Penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa makanan vegan dapat menurunkan tekanan darah. Kadar natrium dan kalium dalam sekresi air seni kaum Vegan tidak berubah. Kenyataaan bahwa rendahnya kadar lemak jenuh atau tingginya kadar lemak tak jenuh yang dikonsumsi mempunyai andil besar untuk menurunkan tekanan darah, mengeliminir resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kesimpulan

1. Tubuh manusia bisa mensintesa kolesterol yang memang sangat penting bagi pertumbuhan tubuh.

2. Daging merupakan sumber utama lemak jenuh dan kolesterol disamping makanan lainnya.

3. Kelebihan lemak jenuh dan kolesterol dalam tubuh dapt menyebabkan pengendapan lemak jenuh dan kolesterol tersebut di dinding bagian dalam pembuluh darah yang bisa menyebabkan penyempitan, pengerasan dan penyumbatan saluran pembuluh darah serta hipertensi.

4. Semakin banyak lemak jenuh dalam menu makanan seseorang, maka semakin tinggi juga resiko terkena penyakit jantung, penyakit pembuluh darah dan penyakit kanker.

5. Proses penyumbatan pembuluh darah sudah mulai terjadi sejak kecil, oleh sebab itu tindakan pencegahan juga harus dilakukan sejak dini.

6. Jauhi memasak dengan memakai lemak hewan atau lemak hidrogenasi dan menggantikannya dengan minyak nabati (minyak kacang kedelai, minyak jagung atau minyak bunga matahari)

7. Perbanyaklah makan makanan berserat tinggi, kurangi konsumsi daging.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s