Desa yang tidak pernah menyerah

Karena letaknya yang berada di dasar lembah Alpen yang tinggi. Menjadikan sebuah desa bernama Viganelia tidak akan menerima sinar matahari sedikitpun di musim dingin.

Setiap tanggal 11 November matahari menghilang dan tidak muncul kembali hingga 2 Februari. Tidak seberkas cahaya pun jatuh ke Viganella selama periode itu. Hampir 200 penduduknya berkata masa-masa itu “seperti di Siberia”. Tetapi, lembah di utara yang menghadap ke selatan mendapatkan cahaya hanya beberapa ratus meter di atas desa.

Akan tetapi hal ini tidak membuat penduduk desa setempat menyerah begitu saja kepada alam. Motivasi dan keinginan untuk kembali menikmati cahaya matahari akhirnya terwujud pada tanggal 17 November 2006, sebuah cermin raksasa (8 m x 5 m) dipasang di sisi bukit yang diharapkan dapat menghangatkan kota itu pada musim dingin. Cermin dipasang di sisi bukit untuk memantulkan cahaya langsung ke alun-alun utama desa. Cermin tersebut di kendalikan jarah jauh dengan sebuah komputer

Viganelia, Desa yang mengunakan cermin untuk menikmati sinar matahari di musim dingin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s