sang petani yang jujur

Seorang petani terlihat duduk menangis di tepi sebuah sungai. Ia menagis sesunggukan sembari mulutnya komat kamit membacakan doa. Tiba tiba muncullah seorang malaikat dan bertanya kepadanya, “Hai petani, mengapa engkau menagis?” Si petani menjawab, “Wahai malaikat, kapakku terjatuh ke dalam sungai ketika aku menyebrang tadi. Kapak itu sangat berarti bagiku, kapak itu adalah sumber nafkahku.”
“Yach sudah jangan menangis……..” kata malaikat itu sembari menghilang kedalam sungai. Tidak beberapa lama kemudian malaikat itu muncul dengan membawa sebuah kapak emas yang berkilauan, “Inikah kapakmu….?”
“Bukan!” jawab petaqni. Simalaikat menghilang lagi kedalam sungai, kini ia kembali membawa kapak perak.
“Inikah kapakmu…….?” kata malaikat.
“Bukan!” jawab sang petani.
Sang malakiat kemudian menghilang lagi dan muncul kembali dengan membawa sebuah kapak butut yang bergagangkan kayu.
“Inikah kapakmu…….?”
“Ya…betul itu kapakku” jawab si petani dengan gembira. Lalu sang malaikat itu berkata “Karena engkau jujur, dan tidak mengakui kapak emas dan kapak perak itu sebagai punyamu, maka aku berikan kapak emas dan perak ini kepadamu.” Kemudaian sang malakiat itu menghilang dan petani itu pulang dengan bersuka cita.
Beberapa bulan kemudian terlihat kembali sang petani itu menagis ditepi sungai dan malaikat itu muncul kembali.
“Hai petani, apa yang engaku risauklan……?” tanya sang malaikat.
Sang petani menjawab “Wahai malaikat, ketika kami pulang dan menyegrang sungai ini, isteriku terjatuh kedalam sungai.”
“Ya sudah, tunggulah disini….” jawab malaikat itu. Tidak lama kemudian malaiakt itu menghilang kedalam sungai, dan tak lama kemudian sang malaikat itu sudah kembali dan membawa Tamara Blezinsky.
“Inikah isterimu?” tanyanya kepada sang petani.
“Ya, ini isteriku,” jawab sang petani dengan cepat.
Mendengarkan jawaban petani tersebut malaikat itu berkata dengan keras “Hai petani, dulu kamu telah berlaku sangat jujur, dimanakah sekarang kejujuranmu itu”
Sang petani kemudian menjawab “Ampun malaikat, bekan aku mau berlaku tidak jujur, aku tahu kalau aku menjawab dia bukan isteriku, engkau pasti mencari lagi kedalam sungai dan membawa Agnes Monica kepadaku, dan kalau aku mengatakan dia bukan isteriku, pastilah engkau mencari kembali kedalam sungai dan kemudian membawa isteriku yang sesungguhnya. Lalu engkau akan memberikan ketiganya kepadaku. Aku ini orang miskin Malaikat, mana mungkin aku menghidupi tiga orang isteri.”
Malakiat “………………………!!!?????”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s